Detikjambihukum.com, MUARO JAMBI-Suasana haru sekaligus bangga menyelimuti kompleks Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Arifin Jambi pada Sabtu (20/06/2026) pagi. Ratusan santri dan santriwati secara resmi mengikuti prosesi Wisuda Akbar ke-5 yang dihadiri langsung oleh Bupati Muaro Jambi, Dr. Bambang Bayu Suseno.
Kedatangan orang nomor satu di Bumi Sailun Salimbai tersebut disambut hangat oleh pimpinan pondok pesantren, jajaran pengurus, para asatidz, serta ratusan wali santri yang memadati area utama perayaan.
Dalam sambutannya, Dr. Bambang Bayu Suseno menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas dedikasi Ponpes Darul Arifin Jambi yang konsisten berkontribusi dalam dunia pendidikan Islam.
"Pondok pesantren adalah benteng moral dan fondasi peradaban bagi generasi penerus bangsa. Di tengah derasnya arus modernisasi dan tantangan global, kita membutuhkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga tangguh secara spiritual dan berakhlakul karimah. Ponpes Darul Arifin telah membuktikan kiprahnya dalam mencetak generasi tersebut," ujar Bupati di hadapan para wisudawan.
Apresiasi senada juga disampaikan oleh Hj. Hesnidar Haris. Ia memuji konsistensi Ponpes Darul Arifin dalam mencetak santri yang berakhlak mulia, berilmu, dan berprestasi. Ia berharap para lulusan dapat mengamalkan ilmu yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan. Menurutnya, momentum wisuda ini tidak hanya membahagiakan para santri, tetapi juga menjadi hari yang sangat dinantikan dan membahagiakan bagi orang tua.
Pada kesempatan yang sama, Pengasuh Ponpes Darul Arifin, Dr. K.H. Zainul Arifin, M.Ed., M.A., menyampaikan terima kasih yang mendalam kepada para donatur, pembimbing, orang tua santri, serta seluruh pihak yang telah memberikan kepercayaan kepada pesantren. Bagi pihak pesantren, amanah dari orang tua yang menitipkan anak-anak mereka merupakan sumber keberkahan dan kekuatan untuk terus menjalankan program pendidikan.
Rangkaian acara Wisuda Akbar yang berlangsung khidmat ini ditutup dengan prosesi penyematan tanda kelulusan, penyerahan penghargaan kepada santri dengan predikat lulusan terbaik dan hafalan terbanyak, serta diakhiri dengan doa bersama."
Redwaldi